Betapa Aku Harus Lebih Sering Bepergian
Betapa aku harus lebih sering bepergian sebab disana rindu bisa kutimbun lalu ia menjadi gunung Betapa aku harus lebih sering bepergian sebab disana kita bisa saling berbicara bila tidak, kita mengalahkan patung bila tidak, tak mungkin ada pendar namamu di kotak masuk Betapa aku harus lebih sering bepergian sebab disana ada kekayaan yang tersembunyi ia sederhana dan bukan gelimang emas Pernahkah kau merasakan yang begitu meneduhkan hatimu semisal gelak tawa ibu-ibu desa yang renyah? tatapan bertanya anak tanpa alas kaki dan betapa ia senang hanya dengan pensil warna pinjaman? Betapa aku harus lebih sering bepergian di tiap malamnya ada namamu ada ketelanjangan dan pengakuan Betapa aku harus lebih sering bepergian karena pulang ialah menujumu dengan menggebu-gebu (karena tidak bisa berada pada dua tempat berbeda sekaligus)